Kenali Tahapan Proses Kehamilan Sejak Pembuahan Dilakukan

Meski terlihat sederhana, yakni hubungan intim lalu hamil, sebenarnya proses kehamilan memiliki tahapan yang jauh lebih rumit dan kompleks. Oleh karena itu, perlu perhatian lebih tentang ciri ciri hamil , apalagi jika siklus menstruasi Mom kurang teratur, akan sulit mendeteksi kehamilan secara manual. Nah, untuk tahapan-tahapannya sendiri, berikut prosesnya yang harus Mom kenali.

·        Tiga Hari Pertama setelah Berhubungan Intim

Tiga hari pertama setelah berhubungan intim dengan suami merupakan masa pembuahan. Ada sekitar 300 juta sperma yang berhasil masuk ke dalam vagina saat hubungan intim tersebut dilakukan. Tapi, vagina yang memiliki derajat keasaman tinggi membuat 200 ribuan sperma saja yang berhasil masuk ke leher rahim dan berenang ke sel telur.

Jika sperma berhasil menembus dan membuahi kedua indung telur Mom yang sudah matang, maka bisa menghasilkan dua janin kembar non-identik (kembar fraternal). Setelah 24 jam, pembuahan membuat sel telur berubah menjad zigot yang kemudian terbagi menjadi 2 sel dan terus berlipat ganda setiap 12 jam selama perjalanan menuju rahim.

Selanjutnya, jika sel yang terbelah tersebut bisa berkembang secara terpisah dan mandiri, hamil kembar bisa terjadi. Telur bisa bertahan selama 24 jam setelah ovulasi (pelepasan sel telur dari rahim mmeuju tuba palopi untuk dibuahi), tapi jika terjadi pembuahan, sel telur kembali ke rahim untuk diserap tubuh atau luruh pada masa menstruasi berikutnya.

·        Tiga Hari Kedua (Sepekan) setelah Berhubungan Intim

Pada tiga hari berikutnya atau menjelang sepekan setelah terjadinya proses pembuahan, zigot berkembang menjadi 32 sel. Setelah terdiri dari 500 sel dan dikelilingi lapisan berongga serta berisi cairan, zigot sampai di rahim dan terjadi implantasi (penempelan di dinding rahim).

Hamil atau tidaknya Mom bisa dicek dengan akurat pada tahapan ini karena hormoan hCG dalam darah berada dalam kadar tertinggi. Proses kehamilan ini juga bisa membuat Mom mengalami flek atau pendarahan ringan.

Kemudian, kantung ketuban berikut plasenta-nya pun mulai terbentuk dari lapisan berongga dan berisi cairan tadi yang akan menjadi media atau sumber nutrisi janin sampai nantinya lahir ke dunia. Untuk menghindari keguguran atau risiko mengalami kehamilan ektopik, sebaiknya Mom mulai rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan.

·        Trimester Pertama

Proses kehamilan tahap trimesetar pertama membuat rahim lebih siap untuk mendukung perkembangan plasenta serta janin yang menempel di dalamnya. Detak jantung Mom pun semakin meningkat seiring meningkatnya pasokan darah bersih (membawa oksigen) dan nutrisi menuju rahim, tepatnya untuk janin.

Pada tahap ini, Mom akan menghadapi keluhan berua mudah lelah, nyeri di payudara, hingga morning sickness (mual di pagi hari). Kadang-kadang Mom juga megeluhkan sembelit, jerawat, sesak napas, perubahan libido, sakit kepala, dan mata kering.

·        Trimester Kedua

Selanjutnya, memasuki tahapan proses kehamilan berikutnya yaitu pekan ke-13 sampai 27 (trimester kedua), keluhan-keluhan yang Mom alami pada trimester pertama akan semakin berkurang. Mom juga mulai bisa merasakan hal menakjubkan berupa gerakan janin.

Oleh karena produksi estrogen yang meningkat berkali-kali lipat, Mom merasa lebih bergairah untuk berhubungan intim. Bahkan hormon estrogen yang diproduksi dalam 1 hari setara dengan hormon estrogen yang diproduksi selama 3 tahun oleh wanita tidak hamil. Kemudian, untuk mempermudah proses persalinan, Mom boleh berenang dan senam.

·        Trimester Ketiga

Tahap terakhir kehamilan atau trimester ketiga membuat emosi Mom kembali meningkat seperti trimester pertama. Hal ini bisa jadi karena beberapa bagian tubuh yang terasa sakit, seperti sakit punggung, betis dan pergelangan kaki yang mulai membengkak, hingga bobot tubuh yang bertambah sampai 13 kg sehingga menyulitkan pergerakannya.

Nah, untuk mengontrol emosi dan mengurangi kecemasan, sebaiknya Mom rutin berkonsultasi denagn dokter. Mom bisa menanyakan persiapan penting apa saja yang memudahkan proses persalinan Mom nantinya. Termasuk menghadapi keluhan pada tahap ini berupa mudah merasa lelah, sering BAK, sampai kecemasan menjelang persalinan.

Sejak Mom dinyatakan hamil, sebaiknya Mom lebih memperhatikan proses kehamilan. Hal ini dikarenakan tahapan kehamilan ini bukan hanya mengusahakan agar janin bisa tumbuh dan berkembang dengan normal, melainkan kesehatan Mom sebagai tempat berkembangnya janin juga perlu diprioritaskan.

Baca Juga:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *