Cara Menyimpan Asi Perah dan Mencairkannya sebelum Diminum Bayi

Semakin hari kebutuhan semakin tinggi. Salah satu solusi untuk menjaga nutrisi si kecil adalah dengan menerapkan cara menyimpan ASI dengan benar. Dalam artikel ini, Mom akan mengetahui cara-caranya sekaligus tips ketika mencairkannya sebelum diminum. Selengkapnya ini dia caranya yang tepat.

1. Saat Menyimpan ASI di dalam Ruangan

Ruangan yang biasa dipakai untuk menyimpan ASI itu sekitar 25 derajat Celcius. Hanya cocok diterapkan buat Mom yang tinggal di daerah pegunungan. Misalnya dataran tinggi Dieng atau sekitarnya. Cara menyimpan ASI ini akan membuatnya bisa bertahan dalam waktu 6 jam penuh.

2. Saat Menyimpan ASI di dalam Kotak Pendingin

Kotak pendingin kerapkali digunakan oleh pedagang yang menjual minuman dingin di angkringan. Misalnya untuk menaruh beberapa air mineral. Cara mendinginkannya hanya dengan menggunakan kantong es. Jadi, meskipun tinggal di tempat panas pun masih bisa menggunakan cara ini. Dalam waktu normal, ASI sanggup bertahan hingga 24 jam lamanya.

3. Saat Menyimpan ASI di dalam Lemari Pendingin

Lemari pendingin atau kulkas juga menjadi tempat yang tepat untuk mengawetkan ASI. Cara menyimpan ASI ini cukup sering dilakukan oleh para ibu-ibu muda yang sibuk engan karir. Biar hasilnya lebih optimal, atur suhunya hingga 4 derajat Celcius. Jika dilakukan dengan benar, ASI yang didinginkan dengan cara ini sanggup bertahan hingga 5 hari lamanya.

4. Saat Menyimpan ASI di dalam Freezer

Inilah cara yang bisa membuat ASI bisa bertahan dalam waktu yang paling lama, yakni 6 bulan lamanya. Cara kerjanya mirip dengan kiat-kiat membekukan ikan sebelum dikirim ke negara lain. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, atur suhunya hingga -18 derajat Celcius. Kalau lebih rendah lagi juga boleh. Sama sekali tidak merusak kondisi ASI-nya.

5. Saat Mencairkan ASI, Hindari Penggunaan Microwave

Setelah tahu cara menyimpan ASI, maka sudah saatnyatahu cara mencairkannya dengan tepat. Hal pertama yang harus dihindari adalah penggunaan microwave. Praktis memang. Tapi bisa menghilangkan kandungan antibodi dengan segera. Selainitu, penghangatan dengan microwave mampu membuat botol ASI jadi timbul bintik-bintik yang berbahaya.

6. Tempatkan di Bawah Air Mengalir jika Dibutuhkan Segera

Hanya dengan cara ini, Mom akan mendapatkan kualitas ASI seperti di awal. Kondisi yang terjaga membuat kandungan di dalamnya masih tampak alami. Air yang mengalir harus memiliki suhu normal. Baru disusul dengan air hangat. Untuk mengecek sudah pas atau belum, teteskan saja kepergelangan tangannya dan lihat bagaimana ia bereaksi.

7. Hindari Perubahan Suhu yang Sangat Cepat

Perubahan suhu yang ekstrem untuk tubuh saja tidak bagus, apalagi untuk ASI. Di dalam ASI itu memiliki kandungan antibodi yang cukup rentan terhadap perubahan suhu yang sangat cepat. Walaupun cara menyimpan ASI sudah menggunakan freezer, jadi kurang efektif ketika menggunakan cara ini. Lebih baik dinginkan secara bertahap tapi pasti.

8. Bisa dengan Penghangat Elektrik

Memanaskan ASI beku atau dingin pakai penghangat elektrik juga bagus. Soalnya bisa diatur suhunya secara bertahap tanpa takut kadaluarsa. Tapi tergantung juga ketahanan antibodi yang berada di dalam ASI tersebut. Jika tidak ada, Mom bisa pakai panci atau mangkuk yang sudah diberi air hangat. Kemudian diamkan botol ASI di sana.

Kira-kira begitulah cara menyimpan ASI sekaligus mencairkannya. Bila ASI dalam kondisi dingin saja, tinggal dipanaskan. Tapi tetap hati-hati. Jangan terburu-buru. Sesuaikan dengan jadwal makan bayi ketika ingin memilih salah satu cara penyimpanan di atas. Adapun saat memilih penghangat elektrik, pilih yang steril dan aman ya, Mom!

Baca Juga:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *