Cara Mengatasi Penyakit Anemia pada Ibu Hamil sebelum Komplikasi

Secara sederhana, penyakit anemia pada ibu hamil itu merujuk pada kekurangan butir-butir darah. Padahal, selama mengandung janin, butiran darah itu sangat diperlukan untuk menjaganya agar bisa berkembang dengan baik. Awalnya mungkin sepele, tapi jika dibiarkan, bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Sebelum itu, lakukan tindakan ini!

1. Rutin Mengonsumsi Makanan dengan Zat Besi Tinggi

Sudah beberapa dekade yang lalu, bahwa kandungan zat besi itu bisa mengobati maupun mengurangi risiko terjadinya penyakit anemia. Jika terjadi gejala anemia seperti cepat lelah, kulit pucat, denyut jantung tak beraturan, sesak napas, dada nyeri, dan lainnya,segeralah mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Lebih baik lagi jika dikonsumsi sebelum terjadi gejala tersebut.

Makanan yang mengandung zat besi tinggi cukup melimpah di pasar. Contohnya kacang, daging merah, ayam, ikan, telur, tahu, sereal yang sudah difortifikasi, bayam, dan lain-lain. Bila ingin hasil yang cepat agar anemia pada ibu hamil lekas sembuh, konsumsi saja suplemen zat besi yang bersifat tambahan. Salah satunya bernama ferrous sulphate.

2. Perbanyak pula Konsumsi Vitamin C

Vitamin C memang tidak secara langsung mengatasi penyakit anemia pada ibu hamil. Tapi mampu memperkuat organ dalam tubuh serta membantu agar proses penyerapan zat besi jadi maksimal. Jadi, kombinasikan saja sumber makanan yang mengandung zat besi dengan makanan yang mampu menyerapnya. Dengan begitu, Mom akan lebih mudah sehat kembali.

3. Minum Susu secara Teratur

Di dalam susu yang minim glukosa alias susu murni, terdapat banyak sekali bakteri baik untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Susu juga mampu meningkatkan produksi protein sekaligus meringankan gejala-gejala anemia. Pada anemia tahap awal, peranan susu sangat manjur dan bahkan bisa mengobati secara langsung.

Untuk rutinitas minumnya, silakan Mom atur setiap siang dan malam hari. Usahakan konsumsi susu yang betul-betul murni. Anemia pada ibu hamil amat memerlukan dukungan gizi yang baik dan terjamin.

4. Mengonsumsi Makan denganKandunganAsamFolatTinggi

Banyak yang menyebut bahwa asam folat itu pahlawannya ibu hamil. Memang betul, Mom. Tanpa kandungan asam folat, kesehatan janin dalam kandungan bisa diragukan. Karena terdapat banyak sumber makanan baik di dalamnya. Makanan yang mengandung asam folat meliputi sayuran hijau, roti, ikan salmon, kacang kering, hingga sereal.

5. Konsultasi pada Dokter agar Dapat Pengarahan Maksimal

Jika bukan praktisi ibu hamil, terutama yang menyangkut masalah penyakit dalam, sebaiknya konsultasikan pada dokter. Khususnya ketika gejala penyakit anemia sudah mulai muncul. Jika ditangani sendiri, dikhawatirkan akan menjadi lebih buruk. Anemia pada ibu hamil tergolong penyakit wajar, tapi tetap tidak boleh diremehkan.

Lewat pengarahan dari dokter, Mom akan mendapatkan banyak referensi untuk mengatasi anemia dengan baik. Mulai dari sumber makanan yang perlu dikonsumsi, suplemen, vitamin dalam bentuk kapsul/cair, hingga pola hidup sehari-hari.

6. Memeriksa Darah secara Langsung

Akibat anemia yang sangat berbahaya seperti komplikasi memang tidak boleh dibiarkan. Dengan mengenali penyebab lebih dahulu, maka penanganan anemia pada ibu hamil ini akan menjadi lebih mudah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada tubuh. Dengan pemeriksaan ini, penyebab anemia akan lebih diketahui secara detail.

Apabila belum terjadi komplikasi, anemia pada ibu hamil masih sangat mungkin diatasi. Tidak perlu ke dokter. Cukup dengan mengikuti beberapa tips di atas. Hanya saja, cara di poin ke-5 harus didahulukan ketika belum tahu penanganannnya secara tepat. Dahulukan keselamatan janin dalam kandungan sebelum kejadian yang lebih buruk terjadi.

Baca Juga:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *