Bagaimana Perkembangan Janin di Usia Kehamilan Pekan 37 hingga 40?

Usia kehamilan pada minggu ke-37 hingga ke-40 menjadi periode yang menegangkan. Soalnya amat dekat dengan momen-momen kelahiran si kecil. Untuk itu, daripada terlalu sering periksa ke dokter lebih baik membaca beberapa perkembangannya melalui poin-poin yang disebutkan di bawah ini. Salah satunya mungkin yang paling Mom tunggu-tunggu.

1. Perkembangan Janin Minggu ke-37

Pada usia kehamilan pekanke-37, berat bayi yang normal berkisar 2,8 kg. Sedangkan panjangnya sekitar 48 cm. Kepalanya akan berada di rongga panggul. Kemudian disangga oleh tulang panggul. Mayoritas, bayi pada usia ini sudah memiliki rambut yang penuh. Panjang rambutnya kira-kira 2,5 cm. Tentu ada yang tidak ada sehelai rambut pun.

Khusus untuk Mom yang hamil kedua, ketiga, dan seterusnya, posisi kepala baru turun kalau memang sudah waktunya. Sedangkan yang pertama, biasanya langsung turun. Perubahan yang begitu kentara adalah keberadaan rambut halusnya yang sebagian besar hilang. Karena ditelan oleh ususnya sendiri dan nantinya keluar lewat kotoran yang biasa disebut mekonium.

Pada pekan ini pula, sejarah baru untuk bayi Mom terbuka. Mekonium merupakan feses atau kotoran pertama yang mampu dikeluarkan bayi. Hal itu sebagai bukti adanya aktivitas makan dan minum di usia kehamilan pekan ke-37. Sebelumnya sudah juga, tapi kali ini lebih rutin. Mekonium itu baru dikeluarkan setelah kelahirannya berhasil.

2. Perkembangan Janin Pekan ke-38

Secara umum, kondisinya hampir mirip dengan pekan sebelumnya. Hanya saja, bobotnya bertambah seiring waktu. Perubahan berat badan itu bisa dipantau lewat USG dari hari ke hari. Pada pekan ini pula dia sudah mampu mengatur suhunya sendiri. Dia juga lebih adaptif daripada sebelumnya.

Diusia kehamilan pada pekan ke-38 ini, organ tubuhnya telah sempurna. Posisi bayi yang berada dalam kandungan sudah menempati area yang semestinya. Meskipun begitu, bayi belum memiliki tanda-tanda akan lahir.

3. Perkembangan Bayi di Pekan ke-39

Pada pekan ke-39 ini, bobotnya bertambah cukup signifikan. Kira-kira 3,3 kg dengan panjang rata-rata 50 cm. Jika kelahiran datang pada pekan ini, secara medis sudah dibolehkan. Karena secara fisik serta mental ibunya sudah cukup kuat. Untuk melindungi kulit bayi, muncul pula lapisan bernama vernixcaseosa.

Efek dari kehadiran lapisan tersebut pula yang membuat air ketuban menjadi berubah warna. Semula jernih akan menjadi keruh. Tapi, tanpa adanya lapisan tersebut, bayi yang lahir jadi rentan terkena infeksi. Ketika belum lahir, pengelupasan kulit luarnya juga tetap terjadi. Kemudian digantikan dengan kulit yang baru.Persis berada di lapisan bawahnya.

Usia kehamilan di pekan ini juga menampakkan keajaiban. Khususnya yang berkaitan dengan alat pernapasannya.Zat bernama surfaktan akan tercipta akibat aktivitas paru-parunya. Terlebih lagi ketika bersamaan dengan proses persalinan. Dengan kata lain, dia sudah siap menarik napas pertamanya di dunia baru.

4. Kondisi Bayi di Usia Pekan ke-40

Seharusnya, pekan inilah yang menjadi momen kelahirannya. Tapi kalau belum lahir, Mom tidak perlu khawatir. Karena hal tersebut  bukan indikasi dari gangguan dan sebagainya. Dalam kebidanan pasti memberikan rambu-rambu ketika momen kelahiran hampir tiba. Mom harus wajib tenang, sebab calon bayi sudah memiliki semua kemampuan untuk bertahan hidup.

Dalam bulan ke-9, rata-rata bayi menemukan dunia barunya. Meskipun begitu, usia kehamilan yang lebih dari 40 pekan juga kadang-kadang dialami seorang ibu hamil. Salah satunya Imam Syafi’i yang menurut Islam, beliau lahir setelah berada dalam kandungan kurang lebih 4 tahun. Tapi kejadian ini sangat langka. Rata-rata maksimal lahir di bulan 10.

Baca Juga:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *