4 Penyebab Telat Haid Selain Hamil yang Penting untuk Mom Ketahui

Bagi pasangan pengantin baru maupun lama yang sering berhubungan intim, telat haid kerap dikaitkan dengan kehamilan. Padahal, ada beberapa penyebab telat haid pada wanita selain hamil. Apa penyebabnya? Agar mengetahui alasannya sebelum memeriksakan diri ke dokter, simak ulasan berikut yang penting untuk Mom ketahui.

1. Berat Badan Kurang Normal

Berapa berat badan Mom? Apakah sudah termasuk ideal? Terlalu berat maupun terlalu rendah membuat kinerja sistem reproduksi menjadi terganggu. Jika terlalu rendah dari berat badan ideal, produksi hormon estrogen pun menurun. Padahal, hormon ini sangat penting dalam pembentukkan rahim yang nantinya meluruh saat haid.

Selain berat badan rendah, berat badan yang jauh di atas berat badan ideal juga menjadi penyebab telat haid. Jadi, perhatikan berat badan ya Mom! Berat badan bisa disebut ideal jika nilai BMI (body mass index/indeks massa tubuh) antara 18,5 sampai 22,9. Angka BMI diperoleh dari berat badan dibagi tinggi, lalu dikuadrtakan.

2. Beban Pikiran (Stres)

Beban pikiran yang terlalu berat juga menjadi penyebab telat haid. Hal ini dipicu oleh meningkatnya produksi hormon kortisol. Hormon ini mengoordinasikan otak untuk memilih sistem dalam tubuh yang dianggap penting dengan yang tidak. Misalnya kinerja jantung dan paru-paru semakin meningkat.

Sementara itu, sistem pencernaan dan reproduksi menjadi terganggu. Nah, siklus haid juga termasuk di dalam sistem reproduksi. Peningkatan hormon ini akan terus berlanjut sampai Mom bahagia sehingga bisa menghilangkan stres ini dari pikiran.

Kadang-kadang, stres juga membuat Mom menjadi lebih sering makan dan bertambah pula berat badan. Jadi, jangan penting untuk Mom mengendalikan emosi dan mencari cara untuk menenangkan hati dan menjernihkan pikiran saat ada masalah, contohnya dengan shalat, mengaji, dan diskusi dengan orang yang dianggap mampu memberi saran dan penyelesaian.

3. Aktif Menyusui

Apa Mom memiliki anak usia di bawah 2 tahun yang masih menyusu atau mengonsumsi ASI eksklusif (bayi di bawah 6 bulan)? Jika iya, maka bukan hal aneh jika haid Mom tidak teratur. Masa menyusui membuat kinerja hormon prolaktin yang semula mempengaruhi siklus haid, kini dialihkan untuk mendukung produksi ASI.

Kemudian, 6-8 pekan atau 3 bulan setelah masa menyusui selesai, siklus haid Mom akan kembali normal. Meski menjadi salah satu penyebab telat haid, kondisi menyusui tidak menghambat terjadinya pembuahan sehingga Mom masih tetap bisa hamil saat si kecil di bawah 2 tahun dan masih aktif menyusu.

4. Olahraga Tidak Teratur

Hal yang masuk akal jika jarang olahraga menjadi penyebab telat haid. Tapi ternyata, olahraga berlebihan juga bisa membuat Mom sulit mendapatkan haid. Hal ini dikarenakan asupan kalori yang tidak tercukupi untuk tubuh karena banyak terkuras untuk olahraga. Kondisi ini disebut amenorrhea atau tidak mengalami haid selama 3 bulan berturut-turut.

Beberapa wanita yang berprofesi sebagai olahragawati biasanya mengalami masalah ini, yaitu penari balet dan pelatih gym. Oleh karena itu, agar siklus haid kembali teratur lakukan olahraga seperlunya dan jangan paksakan saat cuaca kurang mendukung atau kondisi tubuh yang sedang kurang fit.

Penyebab telat haid lainnya adalah menopause dini dan penggunaan alat kontrasepsi, termasuk pil kontrasepsi, implan, sampai suntik. Hindari obat antidepresan dan antipsikotik karena keduanya juga bisa berdampak pada haid yang tidak teratur. Jadi agar tetap sehat, mulai sekarang terapkan gaya hidup sehat, bahagiakan fisik, hati, dan pikiran ya Mom!

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *