4 Jenis Tanaman Obat Keluarga yang Wajib Mom Tanam di Kebun Rumah

Meski pengobatan medis sudah sedemikian canggih, sebagian masyarakat Indonesia masih ada yang menyukai pengobatan secara herbal. Hal ini dikarenakan harganya cenderung lebih murah dan aman tanpa efek samping. Untuk membuat ramuannya, ada beberapa tanaman obat keluarga (Toga) yang bisa Mom tanam di kebun rumah, di antaranya sebagai berikut.

1. Gingseng

Tanaman obat ini sangat terkenal di Negara Korea dan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Mom juga tentu sering mendapatinya dalam bentuk minuman atau jamu penambah tenaga untuk pria.

Manfaat lainnya dari gingseng ini adalah membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Oleh karena itu, banyak yang memanfaatkannya untuk mengobati diabetes tipe 2. Selain itu, gingseng mampu meningkatkan kepekaan tubuh terhadap keberadaan insulin.

2. Jahe

Mom tentu sudah tidak asing dengan tanaman obat keluarga yang satu ini bukan? Apalagi untuk Mom yang hobi memasak, jahe memiliki peran penting dalam menambah aroma dan cita rasa masakan. Saat ini, beragam minuman jahe instan serbuk yang makin populer pada musim penghujan, bisa didapat dengan mudah di mini market dan warung terdekat.

Salah satu penyakit serius yang bisa diobati dengan jahe adalah RA (Rheumatoid Arthritis) atau radang sendi. Penyakit ini paling banyak dikeluhkan oleh para lansia karena persendian atau sambungan anatartulang, terutama lutut, sering terasa nyeri.

Kemudian, bukan hanya meringankan, jahe memberi efek perlindungan tambahan pada sendi. Selain itu, jika ada kerabat yang memiliki keluhan hipertensi, jahe bisa dijadikan obat untuk memperlancar sirkulasi darah yang sempat tersumbat dan melemaskan otot-otot yang berada di sekitar pembuluh darah.

3. Kunyit

Mom tentu sudah tidak asing dengan soto, ayam bumbu kuning, dan dan ayam ungkep bukan? Nah, semua masakan tersebut menggunakan tambahan kunyit, tanaman obat keluarga yang sering dimanfaatkan sebagai aroma maupun pewarna alami.

Sedangkan dari segi kesehatan, manfaatnya tidak jauh beda dengan jahe, yaitu mampu meringankan RA. Kunyit membantu meringankan nyeri dan bengkak yang biasanya dialami penderita, terutama di bagian yang terkena RA. Meski penelitian tentang manfaat kunyit untuk RA ini masih sedikit, tapi tidak mengurangi jumlah masyarakat yang mempercayainya.

4. Kayu Manis

Tanaman obat keluarga dengan aroma khas yang menjadi ciri rempah-rempah Indonesia ini memang sering dimanfaatkan sebagai bumbu masak. Namun demikian, Mom bisa menjadikannya obat yang ampuh untuk diabetes.

Kayu manis membantu menurunkan kadar gula daah puasa, baik pada penderit diabetes tipe 2 maupun prediabetes. Tanaman obat sekaligus rempah-rempah ini Mom jadikan obat alternatif selain oabat-obatan dari dokter.

4. Bawang Putih

Bumbu dapur wajib kedua setelah bawang merah ini juga bisa dijadikan tanaman obat keluarga untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi). Bawang putih bisa menstimulasi pelebaran dan pelemasan pembuluh darah yang selanjutnya mampu menurunkan tekanan darah sehingga sering dijadikan alternatif bagi penderita hipertensi.

Bawang putih yang menganduk antibakteri tinggi juga efektif mengatasi penyakit kulit yang disebabkan bakteri seperti kutil. Meski banyak yang tidak suka, bawang putih bisa Mom jadikan obat untuk buah hati yang sakit, teutama jika penyebabnya kandungan bakteri dalam tubuh yang melebihi batas normal.

Selain keempat tanaman obat keluarga tersebut, masih ada teh hijau, kapulaga, dan lainnya yang bisa Mom tanam di kebun. Meski demikian, tidak semua tanaman obat tersebut efektif menyembuhkan penyakit. Ada yang hanya meredakan dan meringankan sakit saja atau sebagai pertolongan pertama. Hal in dikarenakan semuanya butuh pengujian mendalam.

sumber : https://babyologist.com/blog/khasiat-tanaman-obat-keluarga-yang-wajib-diketahui-n4103

Baca Juga:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *